Batasan Wanita Dalam Menutup Aurat di Hadapan Laki-laki

Perintah untuk menutup aurat tersebut secara jelas dalam Al Qur’an serta Al Hadits. Wanita diharuskan untuk menutup seluruh tubuhnya kecuali wajah serta kedua telapak tangan, terutama di depan laki-laki yang bukan mahramnya. Selain itu, ada aturan berbeda terkait aurat di hadapan laki-laki yang bukan mahram, di hadapan laki-laki yang masih ada hubungannya dengan mahram serta di hadapan suami. Untuk mengetahui secara pasti mengenai busana yang harus dikenakan saat berada di hadapan laki-laki, kita bisa menyimak penjelasan di bawah ini. Menutup aurat menggunakan busana muslim yang sesuai adalah perintah dalam Islam yang dapat anda jumpai di beberapa Butik Busana Muslim. Namun kali ini akan dibahas mengenai batasan wanita untuk menutup auratnya saat berada di hadapan laki-laki. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

vidio.com

Menutup Aurat Wanita di Hadapan Laki-laki Bukan Mahram

 

Di hadapan laki-laki yang tidak memiliki hubungan mahram, maka seluruh tubuh wanita adalah aurat. Sebagai pengecualian adalah wajah serta kedua telapak tangannya. Ini karena wajah serta telapak tangan akan dibutuhkan saat bermuamalah, seperti saat memberi ataupun menerima. Pandangan laki-laki pada wajah serta telapak tangan seorang wanita bisa dikategorikan ke dalam tiga kelompok. Pertama adalah tidak boleh sengaja melihat wajah serta telapak tangan tanpa adanya tujuan syari. Jika tanpa sengaja melihat maka harus segera mengalihkan pandangan. Kedua, melihat karena ada tujuan syari serta tidak akan menimbulkan fitnah, seperti untuk tujuah melamar. Rasulullah juga menyuruh Mughiran bin Syubah agar melihat wajah wanita yang akan dinikahinya. Ketiga, memandang dengan syahwat jelas adalah perbuatan terlarang seperti disebutkan dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah, di mana zina mata atau pandangan sudah termasuk dalam perbuatan zina atau yang mendekati zina. Hal ini semakin memperjelas kewajiban dari seorang Muslim dalam menjaga pandangan serta menutup aurat. Sebagai pengecualian dalam hukum ini ialah apabila seseorang berada di dalam keadaan yang terpaksa, seperti penglihatan seorang dokter yang terpercaya untuk tujuan pengobatan atau penyelamatan dari bahaya seperti tenggelam, kebakaran dan lain-lain.

Menutup Aurat Wanita di Hadapan Laki-laki Dengan Hubungan Mahram

Di hadapan seorang laki-laki yang masih memiliki hubungan mahram, maka beberapa ulama mengatakan bahwa wanita bisa menampakkan beberapa bagian tubuh yang biasa terlihat saat bekerja, termasuk di antaranya adalah leher, rambut, lengan serta betis. Allah subhanahu wa ta’alla telah berfirman dalam Qur’an Surat An Nur ayat 24 dan 31 bahwa wanita sebaiknya menutup kain kerudung ke dadanya serta tidak menampakkan perhiasannya. Sebagai pengecualian adalah kepada suami, ayah, ayah dari suami, anak kandung laki-laki, anak laki-laki dari suami, saudara laki-laki serta anak laki-laki dari saudara laki-laki ataupun perempuan. Sementara di hadapan suami, seorang wanita tentu boleh menampakkan semua anggota tubuhnya. Ini karena segala sesuatu yang halal untuk dinikmati tentu halal juga untuk dilihat. Wanita tidak perlu menutup aurat saat berada di hadapan suaminya. Terkait hal ini, sebagian ulama berpendapat bahwa makruh bagi suami istri untuk melihat kemaluan. Hal ini dikarenakan Aisyah Radhiyallahu anhu berkata bahwa terkait dengan hubunganya bersama Rasulullah, Aisyah mengatakan bahwa ia tidak pernah melihat darinya. Aurat budak wanita akan tergantung apakah ia berada di hadapan tuan laki-laki yang boleh menikmatinya atau di hadapan tuan laki-laki yang boleh menikmatinya. Wanita juga wajib dalam menutup aurat menggunakan jilbab. Jilbab ini sendiri adalah pakaian yang menutup seluruh badan. Hal ini dilakukan agar dapat melindungi tubuh dari syahwat laki-laki. Hal ini juga sudah dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Ahzab ayat 59.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *