Ibadah Sunnah Yang Sering Ditinggalkan Orang

Sholat Tahajud

Sembahyang malam merupakan sholat yang sangat istimewa. Termasuk sholat sunnah dimana anjurannya kerap didapatkan di Al Qur’an diiringi dengan keutamaannya. Maka itu sholat sunnah apa dapat menandinginya?

Oh iya, apakah Anda udah baca tentang sholat tahajud? Seandainya belum pernah, mohon klick link tersebut huhu. Dirimu akan diarahkan ke URL terkait. Di page itu Anda tentu saja bakal menerima informasi yang in syaa Allah bermanfaat. BTW jangan lupa share ke kolega-kolega Anda ya agar makin banyak yang menerima informasi tersebut. hihi.

Sembahyang itu merupakan ibadah orang-orang shalih tempo dulu. Barang bagi yang sekarang ikut melakoninya, pasti dia pun tercatat sebagai golongan orang yang soleh sebagaimana mereka.

Cara sembahyang tahajud sebenarnya seperti halnya dengan sembahyang sunnah pada umumnya. Sebelum sembahyang diharuskan suci atas hadats sugra juga hadats kubra; suci jasmani, pakaian dan tempat dari najis; menutup aurat; dan menghadap kiblat.

Sholat malam dikerjakan dalam dua rakaat salam. Jumhur kiai berbeda pandangan mengenai batasan hitungan rakaatnya. Rasulullah kadang mengamalkan 11 rakaat dengan witir dan kadang kala 13 rakaat dengan witir.

Niat Sholat Tahajud

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat di hati. Mengucapkan niat bukanlah sebuah keharusan. Artinya, tak perlu melafalkan niat. Namun bagi jumhur mualim selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah dalam rangka memperkuat hati dalam niat.

Dalam madzhab Syafi’i, niat sembahyang malam ditulis sebagaimana berikut:
“Saya niat sembahyang sunnah Tahajud 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa

Doa sesudah sholat tahajud insya Allah diperkenankan oleh-Nya. Apalagi seandainya dilakukan pada sepertiga malam yang terakhir, moment sangat bagus untuk memohon.

Allah berfirman: “Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari)

Sembahyang dhuha

Diantara amalan yang begitu disarankan hingga sudah jadi anggota dari sunnah Rasul adalah melaksanakan sholat dhuha. Dikatakan dhuha karena emang waktu sholatnya itu dilaksanakan setelah terbit fajar sampai dengan tibanya waktu dzuhur. Bahkan dalam masalah waktu dhuha tersebut ulama-ulama fuqohaa atau ulama-ulama ahli ibadah membagi pada dua bagian waktu dalam menunaikannya.

Niat Sholat dhuha

“Saya berniat sholat dhuha 2 rakaat menghadap kiblat karena allah ta’ala”.
Doa sembahyang dhuha

Doa Sembahyang Dhuha

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”

Sembahyang Taubat

Sholat taubah merupakan cara untuk mencapai salah satu amal yang tertinggi kedudukannya pada sisi Allah, diantaranya taubat nasuha. Taubat adalah sikap menerima seluruh kesalahan yang dulu perbuat dan menyesalinya, serta berikrar untuk tak melakukannya kembali. Tuhan telah memberikan orang dengan segala sisi lebih dan kekurangannya. Tuhan menciptakan kita dengan segala kekurangan bukan berarti tanpa tujuan. Disini terdapat hikmah yang luas, dimana dengannya kita mampu menimba beberapa pelajaran.

Niat Sembahyang Taubat

Niat sembahyang taubat adalah dengan membayangkan keinginan melakukan taubah dari semua kekhilafan terlebih dulu. Kemudian disambung dengan berwudhu dan melaksanakan sholat 2 rakaat.

“Saya niat sembahyang sunnat taubat dua rakaah karena Allah.”

Tata Cara sembahyang Taubah

Sembahyang taubat sendiri dilakukan sebanyak dua rakaah dengan rukun layaknya sholat seperti lainnya. Namun seandainya bisa, anda mampu memperlama sujud terakhir bertujuan secara khusus bermunajat dan mengakui seluruh keburukan kita dan memohon belas kasih dengan seluruh kerendahan diri dihadapan Tuhan.

Seperti yang dituliskan pada hadist, “Yang terdekat antara seorang manusia dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu.”(HR. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *